Iklan Purwakarta Online Pertama | Inspirasi Usaha Anda

    Badai Matahari Pengaruhi Suhu Ekstrim Bumi

      Badai Matahari Pengaruhi Suhu Ekstrim Bumi

      Indonesia melalui Lapan akhirnya mengeluarkan data resmi mengenai peristiwa 2012. Sebelumnya kita tahu bahwa belakangan ini masyarakat dunia di hebohkan oleh peristiwa besar yang di prediksi akan terjadi pada tahun 2012. Peristiwa yang di percaya akan mengubah secara total isi dari bumi ini. Data Lapan menunjukkan pada tahun 2012 sampai 2015 kegiatan matahari akan mengalami puncaknya. Salah satu akibat yang di takuti dari tingginya aktivitas matahari tersebut yaitu flare matahari atau yang lebih di kenal dengan solar flare.

        Flare merupakan suatu ledakan besar yang terjadi pada bagian atmosphere matahari yang mempunyai kekuatan sebesar 6x1025 joules. Solar flare akan melepas energi yang besar yang di kenal dengan proton storm. Proton ini bisa menembus tubuh manusia dan menyebabkan kerusakan biochemical.

        Solar Flare sebenarnya merupakan salah satu aktivitas matahari yang terjadi secara periodik dan mempunyai klasifikasinya. Namun di tahun 2012, solar flare mengalami puncaknya.

        Berdasarkan solar flare terakhir yang menimpa bumi yaitu pada tanggal 20 January 2005. Butuh sekitar 15 menit setelah terdeteksi stasiun pusat di bumi, proton storm tersebut untuk bisa mencapai ke bumi, dan itu belum mengalami puncaknya.

        Lapan memprediksikan akan terjadi perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi, bisa berupa kemarau panjang atau yang lainnya. Lapan juga menambahkan, badai matahari tidak akan langsung mengahancurkan peradaban dunia.

        Di prediksikan juga akan terjadi kerusakan pada alat alat komunikasi, alat navigasi sampai satelit. Semua alat yang bergantung kepada sistem medan magnet bumi akan mengalami kerusakan akibat dari badai matahari tersebut. Hal ini tentu akan membuat kekacauan di bumi.

        Entah ada hubungannya atau tidak, mungkin alasan ini yang membuat beberapa “gerakan bawah tanah” berencana memulai aksinya pada tahun 2012.

        Peringatan Dini Cuaca Ekstrim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (13 Januari 2012 - 16 Januari 2012) :

        Adanya daerah tekanan rendah di perairan Barat Australia Utara sebelah Barat Daya Rote membentuk pumpunan angin yang memanjang dari Laut Jawa bagian Tengah hingga Laut Sawu serta sirkulasi angin tertutup di Utara Selat Karimata. Wilayah yang berpotensi tumbuh awan – awan hujan antara lain Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian Barat, Sulawesi bagian Tengah dan Timur, Maluku dan Papua. Kawasan yang berpengaruh adalah :

        Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah :

        1. Kep.Riau
        2. Banten bagian Selatan
        3. DKI Jakarta
        4. Jawa Barat bagian Selatan
        5. Jawa Tengah bagian Utara dan Selatan
        6. Jawa Timur
        7. Kalimantan Barat bagian Barat dan Utara
        8. Kalimantan Timur bagian Timur

        Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah :

        1. Bali
        2. NTB
        3. NTT bagian Barat
        4. Sulawesi Tengah bagian Timur
        5. Sulawesi Tenggara bagian Selatan
        6. Maluku Utara
        7. Maluku
        8. Papua Barat bagian Selatan
        9. Papua bagian Tengah

        (berbagai sumber)

        • Dibaca: 520 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         

        Tambah Komentar

        Kode Keamanan
        Kode Lainnya

        banner
        banner
        banner
        banner

        Pasang Iklan Gratis Disini!